MENGKONFIGURASI MYSQL SERVERSetelah Anda menyelesaikan tahapan instalasi MySQL, Anda dapat menjalankan
MySQL Server Instance Configuration Wizard untuk men-
setting sistem. Panduan ini mengijinkan Anda untuk menspesifikasikan tipe konfigurasi, instal MySQL sebagai service, dan mengatur inisial
security setting (keamanan). Jika Anda memilih pilihan
Configure the MySQL Server now pada layar terakhir dari
MySQL Setup Wizard,
MySQL Server Instance Configuration Wizard secara otomatis dipanggil. Anda juga dapat memanggil panduannya dari Start Menu Windows (sebagai bagian dari grup program MySQL).
Setelah Anda memanggil
MySQL Server Instance Configuration Wizard, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut untuk mengatur MySQL Server:
1. Layar
MySQL Server Instance Configuration Wizard yang Anda panggil akan nampak seperti gambar 7 di bawah ini.
Gambar 72. Klik
Next. Layar berikutnya akan menyajikan pada Anda panduan untuk memilih tipe konfigurasi.
MySQL Server Instance Configuration Wizard mengijinkan Anda untuk memilih pilihan
Detailed Configuration atau pilihan
Standard Configuration. Pilihan
Detailed Configuration mengajak Anda untuk menuju proses identifikasi konfigurasi setting yang spesifik dengan lingkungan Anda. Misal, Anda dapat menspesifikasikan apakah Anda bekerja pada komputer developer, server, atau dedicated. Anda juga dapat menspesifikasikan setting konfigurasi sebagaimana tipe-tipe utama dari database yang ditunjang, jumlah pengguna secara konkuren, dan setting port.
Jika Anda memilih opsi
Standard Configuration, MySQL Server akan di-set dengan konfigurasi untuk tujuan umum. Untuk saat ini coba Anda pilih yang
Detailed.
Gambar 83. Pastikan pilihan
Detailed Configuration terpilih, lalu klik
Next. Layar panduan berikut yang muncul akan nampak (lihat gambar 9).
Gambar 94. Pilih yang
Developer Machine (bisa Anda ganti kapan saja)
Gambar 105. Pilih
Multifunctional Database
Gambar 116. Klik
Next saja.
Gambar 127. Dalam gambar 12 di atas kita akan mengkonfigurasi alamat atau nomor port mana yang akan digunakan untuk koneksi MySQL server.
Secara default, setiap MySQL akan memilih port
3306. Terutama saat menginstal MySQL yang sudah terintegrasi dengan aplikasi lain seperti kombinasi dengan Apache dan PHP, contoh:
WAMP,
XAMPP,
PHPTriad, dll.
Jika Anda sebelumnya pernah menginstal MySQL atau paket terintegrasi lainnya, untuk menghindari adanya bentrok alamat port, sekarang kita pilih port
3309.
Gambar 138. Klik
Next. Pilih
Standard Character Set.
Gambar 149. Pada layar yang terlihat pada gambar 14 di atas terdapat pilihan yang mengijinkan Anda untuk mengatur MySQL sebagai service. Jika Anda bekerja pada Windows NT/2000/XP/Sever 2003, Anda dapat menjalankan MySQL sebagai service, dimana hal ini memang direkomendasikan untuk digunakan. Secara default, pilihan
Install as Windows Service terpilih, MySQL dipilih dalam daftar drop-down untuk
Service Name, dan pilihan
Launch the MySQL Server automatically juga terpilih.
Selain itu, pada MySQL versi 5 ini juga disediakan layanan pilihan
Include Bin Directory in Windows PATH. Secara default pilihan ini tidak terpilih. Jika Anda memilihnya maka setiap aplikasi yang ada di direktori Bin (MySQL) dapat dipanggil dari direktori manapun pada struktur direktori Windows, misal dari command line atau Run.
Contoh di DOS:
d:> mysql -u root -pUntuk saat ini nama servisnya pilih
MySQL51, disesuaikan dengan versi mysql yang kita install dan menghindari bentrokan nama yang kemungkinan pernah dipakai dalam sistem.
10. Klik
Next. Layar berikut yang muncul adalah seperti nampak pada gambar 15, mengijinkan Anda untuk memodifikasi inisial security settings.
Gambar 15Dalam layar ini, Anda dapat memodifikasi inisial security settings dengan memasukkan password ke akun pengguna
root, akun pengguna administratif utama/primer secara otomatis dibuat di MySQL. Jika Anda memilih opsi
Modify Security Settings, Anda juga dapat memilih opsi
Enable root access from remote machines. Namun untuk keamanan sebaiknya Anda tidak memilihnya. Sehingga akun Root hanya bisa diakses dalam localhost saja.
Anda juga dapat memilih opsi
Create An Anonymous Account, dimana mengijinkan Anda untuk membuat akun anonymous (tidak dikenal atau akun sembarang) pada MySQL server.
11. Pastikan Anda memilih opsi
Modify Security Settings, dan masukkan password root yang baru di textbox
New root password dan di textbox
Confirm. Dan saat ini Anda tidak perlu memilih
Create An Anonymous Account. Selanjutnya klik
Next. Layar berikutnya yang akan muncul nampak seperti pada gambar 16 (sudah dieksekusi).
Pada gambar yang muncul pilih
Execute. Kalau konfigurasi berhasil, akan muncul layar seperti nampak pada gambar berikut:
Gambar 1612. Sebagaimana Anda lihat, pada layar menunjukkan bahwa file konfigurasi telah dibuat, MySQL telah di-instal sebagai
service, dan
service telah dimulai, juga
security settings telah diterapkan.
13. Klik
Finish. Panduan konfigurasi akan tertutup, dan MySQL siap untuk digunakan.